Showing posts with label linux. Show all posts
Saturday, November 9, 2013
Lama gak update blog nih, maklum belakangan lagi kambuh pake 'jendela' lagi buat main game PSX soalnya di linux kapasitas hdd sekarat :D
Terus juga sibuk buka lapak online jualan tas denim, kaos anime, kaos DOTA, gantungan kunci pedang dan senjata anime yang dari logam, promo dikit gpp kan ya hehe kali aja ada yang minat :P
Oke promo udah sekarang kita masuk sesi sharingnya
Master PDF Editor
Pernahkan suatu ketika pengen ngedit file pdf tapi nyari nyari sopware yang gratis belum nemu juga yang pas, nah sama saya juga gitu sampe suatu ketika nemu versi bajakannya buat 'jendela' wakakakakakakak lama kelamaan gak enak juga, akhirnya nyari yang gratis buat lubuntu ku sekalian, eh nyarinya beberapa bulan yang lalu ketemunya baru sekarang :D mantab kudu sabar banget hahahahaha
ini tampilan SS nya (SS a.k.a Screen Shot not Sabu Sabu)
Langsung cekicrot sedot dimari
Master PDF Editor 32 bit
Master PDF Editor 64 bit
Oh iya aplikasi ini portable loh jadi tinggal jalanin via terminal atau klik 2 kali > execute udah bisa jalan gak pake nginstall, praktiskan
Gini cara pakainya :D
1. Extract hasil downloadan tar.gz Master PDF Editor tadi
2. Buka folder hasil extractan > klik 2 kali file pdfeditor
atau via terminal
1. Extract tar.gz dengan perintah
$ tar -zxvf MasterPDFEditor-1.9.12.x86_64.tar.gz
2. Masuk folder hasil extractan tadi
$ cd MasterPDFEditor
3. Jalankan perintah berikut untuk menjalankan file
$ ./pdfeditor
Sumber diketemukannya sopware ini
Selamat mencoba semoga berhasil :D
Terus juga sibuk buka lapak online jualan tas denim, kaos anime, kaos DOTA, gantungan kunci pedang dan senjata anime yang dari logam, promo dikit gpp kan ya hehe kali aja ada yang minat :P
Oke promo udah sekarang kita masuk sesi sharingnya
Master PDF Editor
Pernahkan suatu ketika pengen ngedit file pdf tapi nyari nyari sopware yang gratis belum nemu juga yang pas, nah sama saya juga gitu sampe suatu ketika nemu versi bajakannya buat 'jendela' wakakakakakakak lama kelamaan gak enak juga, akhirnya nyari yang gratis buat lubuntu ku sekalian, eh nyarinya beberapa bulan yang lalu ketemunya baru sekarang :D mantab kudu sabar banget hahahahaha
ini tampilan SS nya (SS a.k.a Screen Shot not Sabu Sabu)
Features
- Createnew PDF and XPS files or edit existing ones.
- Add and/or edit bookmarks in PDF files.
- Encrypt and/or protect PDF files using 128 bit encryption.
- Convert XPS files into PDF.
- Add PDF controls (like buttons, checkboxes, lists, etc.) into your PDFs.
- Import/export PDF pages into commong raphical formats including BMP, JPG, PNG, and TIFF.
- Free PDF Editor on Linux ( for non-commercial use)
Langsung cekicrot sedot dimari
Master PDF Editor 32 bit
Master PDF Editor 64 bit
Oh iya aplikasi ini portable loh jadi tinggal jalanin via terminal atau klik 2 kali > execute udah bisa jalan gak pake nginstall, praktiskan
Gini cara pakainya :D
1. Extract hasil downloadan tar.gz Master PDF Editor tadi
2. Buka folder hasil extractan > klik 2 kali file pdfeditor
atau via terminal
1. Extract tar.gz dengan perintah
$ tar -zxvf MasterPDFEditor-1.9.12.x86_64.tar.gz
2. Masuk folder hasil extractan tadi
$ cd MasterPDFEditor
3. Jalankan perintah berikut untuk menjalankan file
$ ./pdfeditor
Sumber diketemukannya sopware ini
Selamat mencoba semoga berhasil :D
Tag :// downloads,
Tag :// linux
Sunday, June 2, 2013
Kernel monolitik
Pendekatan kernel monolitik didefinisikan sebagai sebuah antarmuka virtual yang berada pada tingkat tinggi di atas perangkat keras, dengan sekumpulan primitif atau system call untuk mengimplementasikan layanan-layanan sistem operasi, seperti halnya manajemen proses, konkurensi (concurrency), dan manajemen memori pada modul-modul kernel yang berjalan di dalam mode supervisor.Meskipun jika setiap modul memiliki layanan operasi-operasi tersebut terpisah dari modul utama, integrasi kode yang terjadi di dalam monolithic kernel sangatlah kuat, dan karena semua modul berjalan di dalam address space yang sama, sebuah bug dalam salah satu modul dapat merusak keseluruhan sistem. Akan tetapi, ketika implementasi dilakukan dengan benar, integrasi komponen internal yang sangat kuat tersebut justru akan mengizinkan fitur-fitur yang dimiliki oleh sistem yang berada di bawahnya dieksploitasi secara efektif, sehingga membuat sistem operasi dengan monolithic kernel sangatlah efisien—meskipun sangat sulit dalam pembuatannya.
Pada sistem operasi modern yang menggunakan monolithic kernel, seperti halnya Linux, FreeBSD, Solaris, dan Microsoft Windows, dapat memuat modul-modul yang dapat dieksekusi pada saat kernel tersebut dijalankan sehingga mengizinkan ekstensi terhadap kemampuan kernel sesuai kebutuhan, dan tentu saja dapat membantu menjaga agar kode yang berjalan di dalam ruangan kernel (kernel-space) seminim mungkin.
Di bawah ini ada beberapa sistem operasi yang menggunakan Monolithic kernel:
- Kernel sistem operasi UNIX tradisional, seperti halnya kernel dari sistem operasi UNIX keluarga BSD (NetBSD, BSD/I, FreeBSD, dan lainnya).
- Kernel sistem operasi GNU/Linux, Linux.
- Kernel sistem operasi Windows (versi 1.x hingga 4.x; kecuali Windows NT)
Mikrokernel
Pendekatan mikrokernel berisi sebuah abstraksi yang sederhana terhadap hardware, dengan sekumpulan primitif atau system call yang dapat digunakan untuk membuat sebuah sistem operasi agar dapat berjalan, dengan layanan-layanan seperti manajemen thread, komunikasi antar address space, dan komunikasi antar proses. Layanan-layanan lainnya, yang biasanya disediakan oleh kernel, seperti halnya dukungan jaringan, pada pendekatan microkernel justru diimplementasikan di dalam ruangan pengguna (user-space), dan disebut dengan server.Server atau disebut sebagai peladen adalah sebuah program, seperti halnya program lainnya. Server dapat mengizinkan sistem operasi agar dapat dimodifikasi hanya dengan menjalankan program atau menghentikannya. Sebagai contoh, untuk sebuah mesin yang kecil tanpa dukungan jaringan, server jaringan (istilah server di sini tidak dimaksudkan sebagai komputer pusat pengatur jaringan) tidak perlu dijalankan. Pada sistem operasi tradisional yang menggunakan monolithic kernel, hal ini dapat mengakibatkan pengguna harus melakukan rekompilasi terhadap kernel, yang tentu saja sulit untuk dilakukan oleh pengguna biasa yang awam.
Dalam teorinya, sistem operasi yang menggunakan microkernel disebut jauh lebih stabil dibandingkan dengan monolithic kernel, karena sebuah server yang gagal bekerja, tidak akan menyebabkan kernel menjadi tidak dapat berjalan, dan server tersebut akan dihentikan oleh kernel utama. Akan tetapi, dalam prakteknya, bagian dari system state dapat hilang oleh server yang gagal bekerja tersebut, dan biasanya untuk melakukan proses eksekusi aplikasi pun menjadi sulit, atau bahkan untuk menjalankan server-server lainnya.
Sistem operasi yang menggunakan microkernel umumnya secara dramatis memiliki kinerja di bawah kinerja sistem operasi yang menggunakan monolithic kernel. Hal ini disebabkan oleh adanya overhead yang terjadi akibat proses input/output dalam kernel yang ditujukan untuk mengganti konteks (context switch) untuk memindahkan data antara aplikasi dan server.
Beberapa sistem operasi yang menggunakan microkernel:
- IBM AIX, sebuah versi UNIX dari IBM
- Amoeba, sebuah kernel yang dikembangkan untuk tujuan edukasi
- Kernel Mach, yang digunakan di dalam sistem operasi GNU/Hurd, NexTSTEP, OPENSTEP, dan Mac OS/X
- Minix, kernel yang dikembangkan oleh Andrew Tanenbaum untuk tujuan edukasi
- Symbian OS, sebuah sistem operasi yang populer digunakan pada hand phone, handheld device, embedded device, dan PDA Phone
Kernel hibrida
Kernel hibrida aslinya adalah mikrokernel yang memiliki kode yang tidak menunjukkan bahwa kernel tersebut adalah mikrokernel di dalam ruangan kernel-nya. Kode-kode tersebut ditaruh di dalam ruangan kernel agar dapat dieksekusi lebih cepat dibandingkan jika ditaruh di dalam ruangan user. Hal ini dilakukan oleh para arsitek sistem operasi sebagai solusi awal terhadap masalah yang terjadi di dalam mikrokernel: kinerja.Beberapa orang banyak yang bingung dalam membedakan antara kernel hibrida dan kernel monolitik yang dapat memuat modul kernel setelah proses booting, dan cenderung menyamakannya. Antara kernel hibrida dan kernel monolitik jelas berbeda. Kernel hibrida berarti bahwa konsep yang digunakannya diturunkan dari konsep desain kernel monolitik dan mikrokernel. Kernel hibrida juga memiliki secara spesifik memiliki teknologi pertukaran pesan (message passing) yang digunakan dalam mikrokernel, dan juga dapat memindahkan beberapa kode yang seharusnya bukan kode kernel ke dalam ruangan kode kernel karena alasan kinerja.
Di bawah ini adalah beberapa sistem operasi yang menggunakan kernel hibrida:
- BeOS, sebuah sistem operasi yang memiliki kinerja tinggi untuk aplikasi multimedia.
- Novell NetWare, sebuah sistem operasi yang pernah populer sebagai sistem operasi jaringan berbasis IBM PC dan kompatibelnya.
- Microsoft Windows NT (dan semua keturunannya).
Exokernel
Sebenarnya, Exokernel bukanlah pendekatan kernel sistem operasi yang umum—seperti halnya microkernel atau monolithic kernel yang populer, melainkan sebuah struktur sistem operasi yang disusun secara vertikal.Ide di balik exokernel adalah untuk memaksa abstraksi yang dilakukan oleh developer sesedikit mungkin, sehingga membuat mereka dapat memiliki banyak keputusan tentang abstraksi hardware. Exokernel biasanya berbentuk sangat kecil, karena fungsionalitas yang dimilikinya hanya terbatas pada proteksi dan penggandaan sumber daya.
Kernel-kernel klasik yang populer seperti halnya monolithic dan microkernel melakukan abstraksi terhadap hardware dengan menyembunyikan semua sumber daya yang berada di bawah hardware abstraction layer atau di balik driver untuk hardware. Sebagai contoh, jika sistem operasi klasik yang berbasis kedua kernel telah mengalokasikan sebuah lokasi memori untuk sebuah hardware tertentu, maka hardware lainnya tidak akan dapat menggunakan lokasi memori tersebut kembali.
Exokernel mengizinkan akses terhadap hardware secara langsung pada tingkat yang rendah: aplikasi dan abstraksi dapat melakukan request sebuah alamat memori spesifik baik itu berupa lokasi alamat physical memory dan blok di dalam hard disk. Tugas kernel hanya memastikan bahwa sumber daya yang diminta itu sedang berada dalam keadaan kosong—belum digunakan oleh yang lainnya—dan tentu saja mengizinkan aplikasi untuk mengakses sumber daya tersebut. Akses hardware pada tingkat rendah ini mengizinkan para programmer untuk mengimplementasikan sebuah abstraksi yang dikhususkan untuk sebuah aplikasi tertentu, dan tentu saja mengeluarkan sesuatu yang tidak perlu dari kernel agar membuat kernel lebih kecil, dan tentu saja meningkatkan performa.
Exokernel biasanya menggunakan library yang disebut dengan libOS untuk melakukan abstraksi. libOS memungkinkan para pembuat aplikasi untuk menulis abstraksi yang berada pada level yang lebih tinggi, seperti halnya abstraksi yang dilakukan pada sistem operasi tradisional, dengan menggunakan cara-cara yang lebih fleksibel, karena aplikasi mungkin memiliki abstraksinya masing-masing. Secara teori, sebuah sistem operasi berbasis Exokernel dapat membuat sistem operasi yang berbeda seperti halnya Linux, UNIX, dan Windows dapat berjalan di atas sistem operasi tersebut.
sumber
Tag :// linux
Karena tadi saya bingung sama PAE (Physical Address Extension ) dan masih ada sangkut pautnya sama kernel jadi saya bahas kernel juga :D copas copas dari wikipedia dan wikipedia , yuk mari cekicrot
Dalam ilmu komputer
kernel adalah suatu perangkat lunak yang menjadi bagian utama dari sebuah sistem operasi. Tugasnya melayani bermacam program aplikasi untuk mengakses perangkat keras komputer secara aman.
Karena akses terhadap perangkat keras terbatas, sedangkan ada lebih dari satu program yang harus dilayani dalam waktu yang bersamaan, maka kernel juga bertugas untuk mengatur kapan dan berapa lama suatu program dapat menggunakan satu bagian perangkat keras tersebut. Hal tersebut dinamakan sebagai multiplexing.
Akses kepada perangkat keras secara langsung merupakan masalah yang kompleks, oleh karena itu kernel biasanya mengimplementasikan sekumpulan abstraksi hardware. Abstraksi-abstraksi tersebut merupakan sebuah cara untuk menyembunyikan kompleksitas, dan memungkinkan akses kepada perangkat keras menjadi mudah dan seragam. Sehingga abstraksi pada akhirnya memudahkan pekerjaan programer.
Untuk menjalankan sebuah komputer kita tidak harus menggunakan kernel sistem operasi. Sebuah program dapat saja langsung diload dan dijalankan di atas mesin 'telanjang' komputer, yaitu bilamana pembuat program ingin melakukan pekerjaannya tanpa bantuan abstraksi perangkat keras atau bantuan sistem operasi. Teknik ini digunakan oleh komputer generasi awal, sehingga bila kita ingin berpindah dari satu program ke program lain, kita harus mereset dan meload kembali program-program tersebut.
Beberapa desain kernel
Sebuah kernel sistem operasi tidak harus ada dan dibutuhkan untuk menjalankan sebuah komputer. Program dapat langsung dijalankan secara langsung di dalam sebuah mesin (contohnya adalah CMOS Setup) sehingga para pembuat program tersebut membuat program tanpa adanya dukungan dari sistem operasi atau hardware abstraction. Cara kerja seperti ini, adalah cara kerja yang digunakan pada zaman awal-awal dikembangkannya komputer (pada sekitar tahun 1950). Kerugian dari diterapkannya metode ini adalah pengguna harus melakukan reset ulang komputer tersebut dan memuatkan program lainnya untuk berpindah program, dari satu program ke program lainnya. Selanjutnya, para pembuat program tersebut membuat beberapa komponen program yang sengaja ditinggalkan di dalam komputer, seperti halnya loader atau debugger, atau dimuat dari dalam ROM (Read-Only Memory). Seiring dengan perkembangan zaman komputer yang mengalami akselerasi yang signifikan, metode ini selanjutnya membentuk apa yang disebut dengan kernel sistem operasi. Selanjutnya, para arsitek sistem operasi mengembangkan kernel sistem operasi yang pada akhirnya terbagi menjadi empat bagian yang secara desain berbeda, sebagai berikut:
Kernel dalam Linux
Kernel Linux adalah kernel yang digunakan dalam sistem operasi GNU/Linux. Kernel ini merupakan turunan dari keluarga sistem operasi UNIX, dirilis dengan menggunakan lisensi GNU General Public License (GPL), dan dikembangkan oleh pemrogram di seluruh dunia. Linux merupakan contoh utama dari perangkat lunak bebas dan sumber terbuka.
Kernel Linux dirilis dibawah Lisensi Publik Umum GNU versi 2 (GPLv2) (dengan bermacam-macam Firmware dengan lisensi tidak gratis yang bervariati), dan dikembangkan oleh kontributor dari seluruh dunia. Diskusi perkembangan dari hari ke hari dilakukan di Mailing List Linux Kernel.
Kernel Linux pada awalnya dibayangkan dan kemudian dibuat oleh murid Ilmu Komputer berkebangsaan Finlandia, Linus Torvalds pada tahun 1991. Pengembang dan Pengguna Linux bertambah dengan cepat, lalu mereka mengadaptasi kode dari proyek-proyek software gratis untuk digunakan sebagai Sistem Operasi baru Linux kernel telah menerima kontribusi dari ribuan programmer. Banyak Distribusi Linux telah dirilis berdasarkan Kernel Linux.
Selama ini kita mengira linux adalah nama sistem operasi, sebenarnya linux adalah nama dari sebuah kernel, karena kebanyakan masyarakat menyebut linux ubuntu misalnya sebagai nama sistem operasi jadi makna sebenarnya telah berubah menjadi nama sebuah sistem operasi
sekian semoga bermanfaat :D
Dalam ilmu komputer
kernel adalah suatu perangkat lunak yang menjadi bagian utama dari sebuah sistem operasi. Tugasnya melayani bermacam program aplikasi untuk mengakses perangkat keras komputer secara aman.
Karena akses terhadap perangkat keras terbatas, sedangkan ada lebih dari satu program yang harus dilayani dalam waktu yang bersamaan, maka kernel juga bertugas untuk mengatur kapan dan berapa lama suatu program dapat menggunakan satu bagian perangkat keras tersebut. Hal tersebut dinamakan sebagai multiplexing.
Akses kepada perangkat keras secara langsung merupakan masalah yang kompleks, oleh karena itu kernel biasanya mengimplementasikan sekumpulan abstraksi hardware. Abstraksi-abstraksi tersebut merupakan sebuah cara untuk menyembunyikan kompleksitas, dan memungkinkan akses kepada perangkat keras menjadi mudah dan seragam. Sehingga abstraksi pada akhirnya memudahkan pekerjaan programer.
Untuk menjalankan sebuah komputer kita tidak harus menggunakan kernel sistem operasi. Sebuah program dapat saja langsung diload dan dijalankan di atas mesin 'telanjang' komputer, yaitu bilamana pembuat program ingin melakukan pekerjaannya tanpa bantuan abstraksi perangkat keras atau bantuan sistem operasi. Teknik ini digunakan oleh komputer generasi awal, sehingga bila kita ingin berpindah dari satu program ke program lain, kita harus mereset dan meload kembali program-program tersebut.
Beberapa desain kernel
Sebuah kernel sistem operasi tidak harus ada dan dibutuhkan untuk menjalankan sebuah komputer. Program dapat langsung dijalankan secara langsung di dalam sebuah mesin (contohnya adalah CMOS Setup) sehingga para pembuat program tersebut membuat program tanpa adanya dukungan dari sistem operasi atau hardware abstraction. Cara kerja seperti ini, adalah cara kerja yang digunakan pada zaman awal-awal dikembangkannya komputer (pada sekitar tahun 1950). Kerugian dari diterapkannya metode ini adalah pengguna harus melakukan reset ulang komputer tersebut dan memuatkan program lainnya untuk berpindah program, dari satu program ke program lainnya. Selanjutnya, para pembuat program tersebut membuat beberapa komponen program yang sengaja ditinggalkan di dalam komputer, seperti halnya loader atau debugger, atau dimuat dari dalam ROM (Read-Only Memory). Seiring dengan perkembangan zaman komputer yang mengalami akselerasi yang signifikan, metode ini selanjutnya membentuk apa yang disebut dengan kernel sistem operasi. Selanjutnya, para arsitek sistem operasi mengembangkan kernel sistem operasi yang pada akhirnya terbagi menjadi empat bagian yang secara desain berbeda, sebagai berikut:
- Kernel monolitik. Kernel monolitik mengintegrasikan banyak fungsi di dalam kernel dan menyediakan lapisan abstraksi perangkat keras secara penuh terhadap perangkat keras yang berada di bawah sistem operasi.
- Mikrokernel. Mikrokernel menyediakan sedikit saja dari abstraksi perangkat keras dan menggunakan aplikasi yang berjalan di atasnya—yang disebut dengan server—untuk melakukan beberapa fungsionalitas lainnya.
- Kernel hibrida. Kernel hibrida adalah pendekatan desain microkernel yang dimodifikasi. Pada hybrid kernel, terdapat beberapa tambahan kode di dalam ruangan kernel untuk meningkatkan performanya.
- Exokernel. Exokernel menyediakan hardware abstraction secara minimal, sehingga program dapat mengakses hardware secara langsung. Dalam pendekatan desain exokernel, library yang dimiliki oleh sistem operasi dapat melakukan abstraksi yang mirip dengan abstraksi yang dilakukan dalam desain monolithic kernel.
Kernel dalam Linux
Kernel Linux adalah kernel yang digunakan dalam sistem operasi GNU/Linux. Kernel ini merupakan turunan dari keluarga sistem operasi UNIX, dirilis dengan menggunakan lisensi GNU General Public License (GPL), dan dikembangkan oleh pemrogram di seluruh dunia. Linux merupakan contoh utama dari perangkat lunak bebas dan sumber terbuka.
Kernel Linux dirilis dibawah Lisensi Publik Umum GNU versi 2 (GPLv2) (dengan bermacam-macam Firmware dengan lisensi tidak gratis yang bervariati), dan dikembangkan oleh kontributor dari seluruh dunia. Diskusi perkembangan dari hari ke hari dilakukan di Mailing List Linux Kernel.
Kernel Linux pada awalnya dibayangkan dan kemudian dibuat oleh murid Ilmu Komputer berkebangsaan Finlandia, Linus Torvalds pada tahun 1991. Pengembang dan Pengguna Linux bertambah dengan cepat, lalu mereka mengadaptasi kode dari proyek-proyek software gratis untuk digunakan sebagai Sistem Operasi baru Linux kernel telah menerima kontribusi dari ribuan programmer. Banyak Distribusi Linux telah dirilis berdasarkan Kernel Linux.
Selama ini kita mengira linux adalah nama sistem operasi, sebenarnya linux adalah nama dari sebuah kernel, karena kebanyakan masyarakat menyebut linux ubuntu misalnya sebagai nama sistem operasi jadi makna sebenarnya telah berubah menjadi nama sebuah sistem operasi
sekian semoga bermanfaat :D
Tag :// linux
PAE apa'an sih ? baru denger .("._.)
PAE adalah Physical Address Extension yaitu fitur yang mengizinkan komputer 32-bit dengan prosesor x86 untuk mengakses address space (termasuk random access memory / RAM dan perangkat lain yang digunakan untuk mapping memory) dengan kapasitas lebih dari 4 gigabyte. Singkatnya, implementasi PAE menjadikan komputer berbasis 32-bit dapat menggunakan perangkat memory atau RAM lebih dari 4 gigabyte (4 gb)
PAE adalah Physical Address Extension yaitu fitur yang mengizinkan komputer 32-bit dengan prosesor x86 untuk mengakses address space (termasuk random access memory / RAM dan perangkat lain yang digunakan untuk mapping memory) dengan kapasitas lebih dari 4 gigabyte. Singkatnya, implementasi PAE menjadikan komputer berbasis 32-bit dapat menggunakan perangkat memory atau RAM lebih dari 4 gigabyte (4 gb)
Kernel sendiri adalah perangkat lunak
yang menjadi inti dari sebuah sistem operasi. Kernel berfungsi untuk
melayani, menjalankan, dan memanajemen aplikasi dalam hal pengaksesan
hardware secara aman dan terkendali. Jadi, kernel PAE adalah kernel yang
didalamnya telah “ditanamkan” dan memiliki fitur yang mendukung PAE.untuk lebih jelasnya silahkan baca artikel saya tentang kernel
Awalnya PAE dikembangkan dan di
implementasikan pada prosesor berbasis Intel Pentium Pro ditahun 1995,
kemudian dikembangkan lebih lanjut oleh AMD. Secara resmi Intel
mendukung teknologi kernel PAE sejak seri Pentium Pro keatas kecuali
seri Pentium M 400 MHz. Sedangkan AMD mendukung kernel PAE dari generasi
AMD Athlon. Agar kernel PAE dapat berjalan baik, motherboard yang
digunakan juga harus mendukung fitur PAE.
Linux pada hampir seluruh distribusi
yang tersedia memiliki build kernel yang mendukung fitur PAE, bahkan
FreeBSD, OpenBSD, NetBSD dan lain-lainnya juga memiliki build kernel
dengan fitur PAE.
Jadi PAE itu adalah fitur pada kernel untuk memaksimalkan penggunaan resource memory lebih dari 4GB
Saturday, June 1, 2013
Dari kemarin update offline mulu nih :D
Iya karena saya gak punya koneksi semenjak negara api menyerang semuanya berubah ("._.) *om om basi itu om* oh iya ya mari lanjut
Di suatu ketika linux lubuntu yang saya pakai adem ayem saja saya ngerasa bosan gak ada kerjaan jadi saya berharap ada masalah, maka iseng ku inul si lubuntu, eh ternyata harapan saya dikabulkan dapet masalah juga akhirnya :D paketan aplikasi, update dan upgrade yang dulu saya download pakai apt-id ternyata mengalami error banyak yang kurang dependencies nya, setelah coba saya install semua malah aplikasi yang sebelumnya berjalan normal jadi gak bisa jalan, puyeng dah mau ke warnet udah malam, tinggal tidur deh
Besoknya coba saya inul lagi tanpa menginstall update dan upgradenya ternyata cuma beberapa aplikasi saja yang error, lainnya lancar jadi saya menarik kesimpulan kalau aplikasi yang di download setelah melakukan update dan upgrade berbeda paketannya dengan aplikasi sebelum update dan upgrade walau aplikasinya sama. Untuk itu saya kasih tips sebaiknya semua aplikasi yang di download sebelum melakukan update dan upgrade di jadikan 1 folder dengan di kasih tanggal lalu bila mendownload aplikasi setelah update dan upgrade di letakkan di folder lain dengan diberi tanggal juga fungsinya biar kalau kita mau inul, install aplikasinya juga bisa berurutan gak error kayak saya :D
EITSS....... tunggu dulu jangan langsung senang karena setelah saya coba share dan bertanya ke forum ABL dan forum ubuntu indonesia ternyata ada hal yang tidak saya simak yaitu setiap paket paket APT yang terinstall di setiap komputer itu bersifat unik yaitu berbeda beda satu komputer dengan komputer lain sehingga misalnya menginstal Terminator di komputer saya paketannya bisa berbeda dengan komputer kamu walau versi dan arsitekturnya sama, maka dibuatlah script alldeb
Berikut cuplikan kriteria cara pakai alldeb yang saya ambil dari sini postingan langsung pembuatnya
Satu hal yang perlu diperhatikan, susunan paket-paket APT yang terinstall di tiap komputer bersifat unique. Paket-paket yang dibutuhkan untuk menginstall aplikasi Gimp di komputer saya, sangat mungkin berbeda dengan paket-paket yang dibutuhkan untuk menginstall Gimp di komputer teman saya. Begitu pun di komputer lainnya.
Lalu, bagaimana agar alldeb_maker di komputer saya dapat membuat komposisi alldeb yang sesuai untuk menginstall aplikasi di komputer teman saya? Nah, yang saya butuhkan adalah profil APT komputer teman saya tersebut.
Apa yang saya sebut sebagai "profil APT" adalah file bernama 'status' yang berada di directory /var/lib/dpkg. File ini memuat daftar semua paket yang telah terinstall beserta statusnya. Dengan membaca salinan file /var/lib/dpkg/status milik komputer teman saya, barulah alldeb_maker di komputer saya akan dapat menyusun file alldeb dengan komposisi paket yang tepat.
Jadi, syarat pertama untuk menggunakan alldeb_maker adalah bahwa kita harus memiliki salinan file /var/lib/dpkg/status dari komputer yang kita tuju.
Syarat berikutnya, distro komputer alldeb_maker dan komputer alldeb_user harus berasal dari repository yang sama, dan arsitektur yang sama.
Misalnya;
- Jika komputer saya Ubuntu 12.10 32-bit sedangkan teman saya Ubuntu 12.10 64-bit --> tidak bisa
Alasan : Perbedaan arsitektur
- Jika komputer saya Ubuntu 12.04 sedangkan teman saya Ubuntu 12.10 --> jangan
Alasan : Ubuntu 12.04 menggunakan repository Ubuntu Precise sedangkan Ubuntu 12.10 menggunakan repository Ubuntu Quantal
- Jika komputer saya Xubuntu 12.04.1 sedangkan teman saya Lubuntu 12.04.2 --> bisa
Alasan : Sama-sama menggunakan repository Ubuntu Precise
- Jika komputer saya Kubuntu 12.04.1 sedangkan teman saya LinuxMint 13 (Ubuntu-based) --> bisa, tapi mungkin tidak semua aplikasi
Alasan : LinuxMint 13 bisa menggunakan paket-paket dari repository Ubuntu Precise, tapi ada bagian yang tidak berasal dari repository Ubuntu Precise
- dan seterusnya.
Cara Instalasi alldeb_maker
1. Buatlah sebuah directory kosong. Terserah letaknya di mana. Kita akan menggunakannya sebagai profil_dir.
2. Download file alldeb_maker_R1.zip di bawah, lalu ekstrak. Kita akan mendapatkan file bernama alldeb_maker_R1.sh
3. Buka file alldeb_maker_R1.sh dengan teks editor. Silahkan edit baris ke-8, ubah menjadi path ke profil_dir yang kita buat di langkah pertama. Silahkan edit juga konfigurasi lain jika perlu. Lalu Save.
4. Buka terminal, pindah directory (cd) ke tempat kita meletakkan file alldeb_maker_R1.sh
5. Ketikkan :
sudo mv alldeb_maker_R1.sh /usr/local/bin/alldeb_maker
6. Beri permission eksekusi, dengan cara ketikkan :
sudo chmod +x /usr/local/bin/alldeb_maker
contoh :
Selesai. Sekarang jika kita ingin membuat alldeb, kita tinggal memasukkan profil APT komputer tujuan (salinan file /var/lib/dpkg/status) ke profil_dir, lalu memanggil alldeb_maker dengan mengetikkan perintah alldeb_maker dari mana pun di terminal.
Cara Instalasi alldeb_user
1. Download file alldeb_user_R1.zip di bawah, lalu ekstrak. Kita akan mendapatkan file bernama alldeb_user_R1.sh
2. Buka terminal, pindah directory (cd) ke tempat kita meletakkan file alldeb_user_R1.sh
3. Ketikkan :
sudo mv alldeb_user_R1.sh /usr/local/bin/alldeb_user
4. Beri permission eksekusi, dengan cara ketikkan :
sudo chmod +x /usr/local/bin/alldeb_user
contoh :
Selesai. Sekarang kita dapat memanggil alldeb_user dengan mengetikkan perintah alldeb_user dari mana pun di terminal.
Sekarang silahkan di download :D
alldeb maker R1 | alldeb user R1
Semoga bermanfaat untuk kita semua :)
Iya karena saya gak punya koneksi semenjak negara api menyerang semuanya berubah ("._.) *om om basi itu om* oh iya ya mari lanjut
Di suatu ketika linux lubuntu yang saya pakai adem ayem saja saya ngerasa bosan gak ada kerjaan jadi saya berharap ada masalah, maka iseng ku inul si lubuntu, eh ternyata harapan saya dikabulkan dapet masalah juga akhirnya :D paketan aplikasi, update dan upgrade yang dulu saya download pakai apt-id ternyata mengalami error banyak yang kurang dependencies nya, setelah coba saya install semua malah aplikasi yang sebelumnya berjalan normal jadi gak bisa jalan, puyeng dah mau ke warnet udah malam, tinggal tidur deh
Besoknya coba saya inul lagi tanpa menginstall update dan upgradenya ternyata cuma beberapa aplikasi saja yang error, lainnya lancar jadi saya menarik kesimpulan kalau aplikasi yang di download setelah melakukan update dan upgrade berbeda paketannya dengan aplikasi sebelum update dan upgrade walau aplikasinya sama. Untuk itu saya kasih tips sebaiknya semua aplikasi yang di download sebelum melakukan update dan upgrade di jadikan 1 folder dengan di kasih tanggal lalu bila mendownload aplikasi setelah update dan upgrade di letakkan di folder lain dengan diberi tanggal juga fungsinya biar kalau kita mau inul, install aplikasinya juga bisa berurutan gak error kayak saya :D
EITSS....... tunggu dulu jangan langsung senang karena setelah saya coba share dan bertanya ke forum ABL dan forum ubuntu indonesia ternyata ada hal yang tidak saya simak yaitu setiap paket paket APT yang terinstall di setiap komputer itu bersifat unik yaitu berbeda beda satu komputer dengan komputer lain sehingga misalnya menginstal Terminator di komputer saya paketannya bisa berbeda dengan komputer kamu walau versi dan arsitekturnya sama, maka dibuatlah script alldeb
Berikut cuplikan kriteria cara pakai alldeb yang saya ambil dari sini postingan langsung pembuatnya
#Syarat 1 : Profil APT
Satu hal yang perlu diperhatikan, susunan paket-paket APT yang terinstall di tiap komputer bersifat unique. Paket-paket yang dibutuhkan untuk menginstall aplikasi Gimp di komputer saya, sangat mungkin berbeda dengan paket-paket yang dibutuhkan untuk menginstall Gimp di komputer teman saya. Begitu pun di komputer lainnya.
Lalu, bagaimana agar alldeb_maker di komputer saya dapat membuat komposisi alldeb yang sesuai untuk menginstall aplikasi di komputer teman saya? Nah, yang saya butuhkan adalah profil APT komputer teman saya tersebut.
Apa yang saya sebut sebagai "profil APT" adalah file bernama 'status' yang berada di directory /var/lib/dpkg. File ini memuat daftar semua paket yang telah terinstall beserta statusnya. Dengan membaca salinan file /var/lib/dpkg/status milik komputer teman saya, barulah alldeb_maker di komputer saya akan dapat menyusun file alldeb dengan komposisi paket yang tepat.
Jadi, syarat pertama untuk menggunakan alldeb_maker adalah bahwa kita harus memiliki salinan file /var/lib/dpkg/status dari komputer yang kita tuju.
#Syarat 2 : Repository & Arsitektur
Syarat berikutnya, distro komputer alldeb_maker dan komputer alldeb_user harus berasal dari repository yang sama, dan arsitektur yang sama.
Misalnya;
- Jika komputer saya Ubuntu 12.10 32-bit sedangkan teman saya Ubuntu 12.10 64-bit --> tidak bisa
Alasan : Perbedaan arsitektur
- Jika komputer saya Ubuntu 12.04 sedangkan teman saya Ubuntu 12.10 --> jangan
Alasan : Ubuntu 12.04 menggunakan repository Ubuntu Precise sedangkan Ubuntu 12.10 menggunakan repository Ubuntu Quantal
- Jika komputer saya Xubuntu 12.04.1 sedangkan teman saya Lubuntu 12.04.2 --> bisa
Alasan : Sama-sama menggunakan repository Ubuntu Precise
- Jika komputer saya Kubuntu 12.04.1 sedangkan teman saya LinuxMint 13 (Ubuntu-based) --> bisa, tapi mungkin tidak semua aplikasi
Alasan : LinuxMint 13 bisa menggunakan paket-paket dari repository Ubuntu Precise, tapi ada bagian yang tidak berasal dari repository Ubuntu Precise
- dan seterusnya.
Cara Instalasi alldeb_maker
1. Buatlah sebuah directory kosong. Terserah letaknya di mana. Kita akan menggunakannya sebagai profil_dir.
2. Download file alldeb_maker_R1.zip di bawah, lalu ekstrak. Kita akan mendapatkan file bernama alldeb_maker_R1.sh
3. Buka file alldeb_maker_R1.sh dengan teks editor. Silahkan edit baris ke-8, ubah menjadi path ke profil_dir yang kita buat di langkah pertama. Silahkan edit juga konfigurasi lain jika perlu. Lalu Save.
4. Buka terminal, pindah directory (cd) ke tempat kita meletakkan file alldeb_maker_R1.sh
5. Ketikkan :
sudo mv alldeb_maker_R1.sh /usr/local/bin/alldeb_maker
6. Beri permission eksekusi, dengan cara ketikkan :
sudo chmod +x /usr/local/bin/alldeb_maker
contoh :
Selesai. Sekarang jika kita ingin membuat alldeb, kita tinggal memasukkan profil APT komputer tujuan (salinan file /var/lib/dpkg/status) ke profil_dir, lalu memanggil alldeb_maker dengan mengetikkan perintah alldeb_maker dari mana pun di terminal.
Cara Instalasi alldeb_user
1. Download file alldeb_user_R1.zip di bawah, lalu ekstrak. Kita akan mendapatkan file bernama alldeb_user_R1.sh
2. Buka terminal, pindah directory (cd) ke tempat kita meletakkan file alldeb_user_R1.sh
3. Ketikkan :
sudo mv alldeb_user_R1.sh /usr/local/bin/alldeb_user
4. Beri permission eksekusi, dengan cara ketikkan :
sudo chmod +x /usr/local/bin/alldeb_user
contoh :
Selesai. Sekarang kita dapat memanggil alldeb_user dengan mengetikkan perintah alldeb_user dari mana pun di terminal.
Sekarang silahkan di download :D
alldeb maker R1 | alldeb user R1
Semoga bermanfaat untuk kita semua :)
Tuesday, May 28, 2013
Kali ini saya akan share solusi bagi kamu kamu yang pakai linux tapi tidak tersambung koneksi internet :D
Karena saya pake linux tanpa koneksi internet maka saya tiap ke warnet selalu cari offline installer buat linux dan itu sangat menyusahkan sekali :D, terus suatu ketika saya nyasar ke forum ubuntu Indonesia , disana saya mendaftarkan diri lalu bertanya kalau download aplikasi offline dimana, lalu jawabannya macam macam, tapi ada satu jawaban yang bikin penasaran yaitu pakai apt-id buatan agan nif
Kita semua tau kalau aplikasi di linux butuh dependensi, nah biar yang gak ada inet gampang download aplikasi, pakai apt-id aja
apt-id adalah script untuk membuat daftar paket aplikasi beserta dependensinya sehingga nanti daftar itu yang kita bawa ke warnet utnuk di eksekusi :D , daftar tersebut juga terintegrasi dengan aplikasi wget yaitu aplikasi downloader di linux yang juga ada buat windows
tanpa panjang lebar lagi silahkan langsung di download scriptnya
apt-id | alternatif apt-get linux offline | alternatif download | yang pakai GUI
cara pakainya pun cukup mudah, di dalam sudah tersedia panduan dalam bentuk file pdf
sedikit cuplikan dari file pdf :D
# Konsep Kerja
Apt-id bukan program yang berdiri sendiri, tetapi hanya sebuah bash script yang berguna mengatur penggunaan apt-get.
Ketika di komputer yang memiliki internet kita memberikan perintah sudo apt-get install aplikasi_X, maka proses yang akan terjadi adalah sebagai berikut :
1. Apt-get akan membaca database APT, lalu membuat daftar berisi file-file .deb apa saja yang diperlukan untuk menginstall aplikasi_X, serta di mana masing2 file tersebut dapat di-download.
2. Apt-get akan men-download semua file .deb sesuai daftar yang telah dibuat.
3. Eksekusi >> menginstall semua file .deb
Bagaimana dengan perintah sudo apt-get update ? Mirip juga, proses yang terjadi kurang lebih seperti ini :
1. apt-get akan membaca daftar Software Sources lalu membuat daftar berisi file-file apa saja yang diperlukan untuk melakukan update (misalnya Packages.bz2), serta di mana masing2 file tersebut dapat di-download.
2. Apt-get akan men-download semua file sesuai daftar yang telah dibuat.
3. Eksekusi >> membaca semua file untuk memperbaharui database APT
Proses yang serupa juga terjadi pada perintah lainnya. Semua itu dilakukan oleh apt-get secara otomatis, sehingga apt-get membutuhkan koneksi internet.
Nah, tugas apt-id adalah mengatur agar apt-get tidak men-download sendiri file2 yang dibutuhkannya, tetapi menulis daftarnya dalam sebuah file. Dengan demikian kita bisa membawa daftar tersebut ke komputer lain yang tersambung internet untuk melakukan download. Setelah semua file di-download, kita bisa berikan pada apt-id. Apt-id akan mengatur agar file2 tersebut dieksekusi sebagaimana seharusnya.
Tugas lain apt-id adalah mengatur format “daftar download” yang diminta apt-get menjadi sebuah format script yang bisa berjalan otomatis, baik di Windows maupun Linux. Dengan demikian kita tidak perlu men-download manual tiap file satu persatu.
# Install & Uninstall
Cara install :
1. Download file apt-id.zip di bawah, ekstrak, lalu letakkan di komputer yang akan diinstall.
2. Buka terminal. Pindah directory ( cd ) ke directory tempat Anda menaruh apt-id.
3. Ketikkan : sudo mv apt-id /usr/local/bin/apt-id
4. Beri permission eksekusi, caranya ketik sudo chmod +x /usr/local/bin/apt-id
Contoh :

Cara uninstall :
Buka terminal, ketikkan : sudo rm /usr/local/bin/apt-id
Kompatibilitas :
Apt-id diharapkan untuk bisa berjalan di semua versi Ubuntu dan distro turunannya.
Diharapkan juga dapat digunakan di distro lain yang menggunakan manajemen APT (tapi mungkin perlu sedikit penyesuaikan directory)
Dan biar aman kalau mau inul silahkan pakai script alldeb di artikel ini, buatan agan nif juga
Karena saya pake linux tanpa koneksi internet maka saya tiap ke warnet selalu cari offline installer buat linux dan itu sangat menyusahkan sekali :D, terus suatu ketika saya nyasar ke forum ubuntu Indonesia , disana saya mendaftarkan diri lalu bertanya kalau download aplikasi offline dimana, lalu jawabannya macam macam, tapi ada satu jawaban yang bikin penasaran yaitu pakai apt-id buatan agan nif
Kita semua tau kalau aplikasi di linux butuh dependensi, nah biar yang gak ada inet gampang download aplikasi, pakai apt-id aja
apt-id adalah script untuk membuat daftar paket aplikasi beserta dependensinya sehingga nanti daftar itu yang kita bawa ke warnet utnuk di eksekusi :D , daftar tersebut juga terintegrasi dengan aplikasi wget yaitu aplikasi downloader di linux yang juga ada buat windows
tanpa panjang lebar lagi silahkan langsung di download scriptnya
apt-id | alternatif apt-get linux offline | alternatif download | yang pakai GUI
cara pakainya pun cukup mudah, di dalam sudah tersedia panduan dalam bentuk file pdf
sedikit cuplikan dari file pdf :D
# Konsep Kerja
Apt-id bukan program yang berdiri sendiri, tetapi hanya sebuah bash script yang berguna mengatur penggunaan apt-get.
Ketika di komputer yang memiliki internet kita memberikan perintah sudo apt-get install aplikasi_X, maka proses yang akan terjadi adalah sebagai berikut :
1. Apt-get akan membaca database APT, lalu membuat daftar berisi file-file .deb apa saja yang diperlukan untuk menginstall aplikasi_X, serta di mana masing2 file tersebut dapat di-download.
2. Apt-get akan men-download semua file .deb sesuai daftar yang telah dibuat.
3. Eksekusi >> menginstall semua file .deb
Bagaimana dengan perintah sudo apt-get update ? Mirip juga, proses yang terjadi kurang lebih seperti ini :
1. apt-get akan membaca daftar Software Sources lalu membuat daftar berisi file-file apa saja yang diperlukan untuk melakukan update (misalnya Packages.bz2), serta di mana masing2 file tersebut dapat di-download.
2. Apt-get akan men-download semua file sesuai daftar yang telah dibuat.
3. Eksekusi >> membaca semua file untuk memperbaharui database APT
Proses yang serupa juga terjadi pada perintah lainnya. Semua itu dilakukan oleh apt-get secara otomatis, sehingga apt-get membutuhkan koneksi internet.
Nah, tugas apt-id adalah mengatur agar apt-get tidak men-download sendiri file2 yang dibutuhkannya, tetapi menulis daftarnya dalam sebuah file. Dengan demikian kita bisa membawa daftar tersebut ke komputer lain yang tersambung internet untuk melakukan download. Setelah semua file di-download, kita bisa berikan pada apt-id. Apt-id akan mengatur agar file2 tersebut dieksekusi sebagaimana seharusnya.
Tugas lain apt-id adalah mengatur format “daftar download” yang diminta apt-get menjadi sebuah format script yang bisa berjalan otomatis, baik di Windows maupun Linux. Dengan demikian kita tidak perlu men-download manual tiap file satu persatu.
# Install & Uninstall
Cara install :
1. Download file apt-id.zip di bawah, ekstrak, lalu letakkan di komputer yang akan diinstall.
2. Buka terminal. Pindah directory ( cd ) ke directory tempat Anda menaruh apt-id.
3. Ketikkan : sudo mv apt-id /usr/local/bin/apt-id
4. Beri permission eksekusi, caranya ketik sudo chmod +x /usr/local/bin/apt-id
Contoh :

Cara uninstall :
Buka terminal, ketikkan : sudo rm /usr/local/bin/apt-id
Kompatibilitas :
Apt-id diharapkan untuk bisa berjalan di semua versi Ubuntu dan distro turunannya.
Diharapkan juga dapat digunakan di distro lain yang menggunakan manajemen APT (tapi mungkin perlu sedikit penyesuaikan directory)
Dan biar aman kalau mau inul silahkan pakai script alldeb di artikel ini, buatan agan nif juga
Friday, April 19, 2013
Sebelum kita mengganti nama hostname mari kita cari tau dulu apa itu hostname dan menurut wikipedia adalah Nama host atau Hostname adalah nama komputer. Pemberian nama ini spesifik, untuk satu komputer tertentu saja dalam suatu jaringan.
Karena sifatnya yang unik, maka dalam satu jaringan tidak boleh ada 2 atau lebih hostname yang sama.
Jika terjadi penamaan yang sama, maka sistem akan memberitahukan bahwa telah terjadi duplikasi nama. Tapi jika komputer tidak saling terkoneksi ke jaringan memberikan nama komputer yang sama tidak masalah.
Karena sifatnya yang unik, maka dalam satu jaringan tidak boleh ada 2 atau lebih hostname yang sama.
Jika terjadi penamaan yang sama, maka sistem akan memberitahukan bahwa telah terjadi duplikasi nama. Tapi jika komputer tidak saling terkoneksi ke jaringan memberikan nama komputer yang sama tidak masalah.
Tag :// linux,
Tag :// xubuntu
Berawal dari rasa penasaran karena ada salah satu aplikasi yang nyasar dari kategori seharusnya dan ingin menempatkannya ke tempat yang semestinya maka saya kebingungan mencari caranya dan akhirnya ketemu solusinya :D
Untuk di windows kita tinggal masuk ke document and setting lalu start menu dan tinggal mengatur lalu bagaimana dengan di linux ???
Berikut caranya :D
Letak shortcut yang ada di menu berada di usr/share/applications dengan filenya berekstensi *.desktop
masuk ke direktori tersebut
sebelumnya kita harus mengetahui kategori pengelompokannya
Untuk kategori Accessories = Utility
Untuk kategori Game = Game
Untuk kategori Graphics = Graphics
Untuk kategori Internet = Network
Untuk kategori Office = Office
Untuk kategori Programming / development = Development
Untuk kategori Sound and video = AudioVideo
Untuk kategori Universal acces = Accessibility
Untuk kategori System tools = System
Untuk kategori Preferences = Settings
Untuk di windows kita tinggal masuk ke document and setting lalu start menu dan tinggal mengatur lalu bagaimana dengan di linux ???
Berikut caranya :D
Letak shortcut yang ada di menu berada di usr/share/applications dengan filenya berekstensi *.desktop
masuk ke direktori tersebut
sebelumnya kita harus mengetahui kategori pengelompokannya
Untuk kategori Accessories = Utility
Untuk kategori Game = Game
Untuk kategori Graphics = Graphics
Untuk kategori Internet = Network
Untuk kategori Office = Office
Untuk kategori Programming / development = Development
Untuk kategori Sound and video = AudioVideo
Untuk kategori Universal acces = Accessibility
Untuk kategori System tools = System
Untuk kategori Preferences = Settings
Tag :// linux,
Tag :// xubuntu
Thursday, April 11, 2013
Hiyak mumpung ingat kali ini aku akan menshare tentang desktop environment
Apa itu DE (Desktop Environment)
Desktop Environtment (DE) itu biasa dibilang tampilan GUI (Graphical User Interface) yang mememperlihatkan tampilan meja kerja di layar komputer modern atau dalam bahasa Indonesianya Lingkungan Desktop.
Berikut beberapa macam macam DE (Desktop Environment)]
Apa itu DE (Desktop Environment)
Desktop Environtment (DE) itu biasa dibilang tampilan GUI (Graphical User Interface) yang mememperlihatkan tampilan meja kerja di layar komputer modern atau dalam bahasa Indonesianya Lingkungan Desktop.
Berikut beberapa macam macam DE (Desktop Environment)]
Tag :// linux
Monday, April 8, 2013
Kali ini artikelnya copas lagi wkwkwkwkw :D gpp yang penting infonya nyampe ke sasaran,maklum kalau ngenet di warnet suka malas karena bukan PC sendiri, modem di rumah tewas jadi ya ke warnet
Sekarrang kita akan belajar menginstal linux berdampingan dengan OS lain misalnya windows, jadi dalam 1 PC terdapat 2 OS sekaligus
Oh iya namanya copas jadi linuxnya pakai ubuntu 12.10 tapi gpp kok selama masih ubuntu dan turunannya mirip mirip prosesnya bahkan sama, kayak xubuntuku juga ku sandingkan dengan windows
Tag :// linux,
Tag :// xubuntu
Monday, March 25, 2013
Sebenarnya sih gak jauh beda dengan install ubuntu pada biasanya cuma beda di tampilannya saja :D
di sini aku akan menjelaskan bagaimana cara menginstallnya, gambarnya dapet dari blog http://software4ku.wordpress.com dikarenakan waktu itu gak di SS :P, buat pemilik blog makasih ya
Xubuntu yang ku pakai versinya masih yang 11.10 tapi tutorialnya versi 12.04, gpp lah hehe yuk mari
1. Pertama tama adalah kamu harus punya xubuntunya dulu sebelum di install, kalau gak punya mau nginstall apa dong :P bisa di download langsung dari http://xubuntu.org/getxubuntu/
Jika kamu sudah download burn file ISO tadi ke CD, setelah siap masukkan CD nya dan jangan lupa ganti boot pertama kali ke CD ROM
di sini aku akan menjelaskan bagaimana cara menginstallnya, gambarnya dapet dari blog http://software4ku.wordpress.com dikarenakan waktu itu gak di SS :P, buat pemilik blog makasih ya
Xubuntu yang ku pakai versinya masih yang 11.10 tapi tutorialnya versi 12.04, gpp lah hehe yuk mari
1. Pertama tama adalah kamu harus punya xubuntunya dulu sebelum di install, kalau gak punya mau nginstall apa dong :P bisa di download langsung dari http://xubuntu.org/getxubuntu/
Jika kamu sudah download burn file ISO tadi ke CD, setelah siap masukkan CD nya dan jangan lupa ganti boot pertama kali ke CD ROM
Tag :// linux,
Tag :// xubuntu
Hiyak seperti biasa karena setelah menginstall linux codec tidak di ikutkan hal ini dikarenakan beberapa multimedia codecs tidak disertakan (di-bundle)
dalam CD instalasinya. Alasannya karena banyak multimedia codecs atau
plug-ins tersebut memiliki hak paten, lisensinya propietary, dan
semacamnya yang menyebabkan codec multimedia tersebut tidak bisa
disertakan secara langsung pada pendistribusian CD instalasi Ubuntu.
maka dengan ini mari di sedot codec untuk linux ubuntu versi 11.10
Download restricted extras
maka dengan ini mari di sedot codec untuk linux ubuntu versi 11.10
Download restricted extras
Sunday, March 24, 2013
Apa sih xubuntu itu ?
Xubuntu adalah distribusi Linux berbasis Ubuntu yang
menggunakan lingkungan meja (desktop environment) Xfce. Xubuntu ditujukan untuk
pengguna yang menggunakan komputer dengan kinerja rendah atau mereka yang
mencari lingkungan meja yang lebih efisien pada komputer dengan kinerja tinggi.
Tag :// linux,
Tag :// xubuntu
Sejarah
Linux pada awalnya dibuat oleh seorang mahasiswa finlandia yang bernama Linus Torvalds. Dulunya Linux merupakan proyek hobi yang diinspirasikan dari minix, yaitu sistem UNIX kecil yang dikembangkan oleh Andrew Tanen-baum. Linux versi 0.01 dikerjakan sekitar bulan Agustus 1991. Kemudian pada tanggal 5 Oktober 1991, Linus mengumumkan versi resmi Linux, yaitu versi 0.02 yang hanya dapat menjalankan shell bash (GNU Bourne Again Shell) dan gcc (GNU C Compiler). Saat ini Linux adalah sistem UNIX yang sangat lengkap, bisa digunakan untuk jaringan, pengembangan soft-ware dan bahkan untuk pekerjaan sehari-hari. Linux sekarang merupakan alternatif sistem operasi yang jauh lebih murah jika dibandingkan dengan sistem operasi komersial (misalnya windows 9.x/NT/2000/ME).
Linux adalah sebuah program open source yang gratis di bawah lisensi GNU, sistem operasi 32-64 bit, yang merupakan turunan dari Unix dan dapat dijalankan pada berbagai macam platform perangkat keras mulai dari Intel (x86), hingga prosesor RISC. Linux sebagai program open source yang gratis Salah satu yang membuat Linux terkenal adalah karena gratis. Dengan lisensi GNU (Gnu Not Unix) Anda dapat memperoleh program, lengkap dengan kode sumbernya (source code). Tidak hanya itu, Anda diberikan hak untuk mengkopi sebanyak Anda mau, atau bahkan mengubah kode sumbernya.Dan itu semua legal dibawah lisensi. Meskipun gratis, lisensi GNU memperbolehkan pihak yang ingin menarik biaya untuk penggandaan maupun pengiriman program.
Linux pada awalnya dibuat oleh seorang mahasiswa finlandia yang bernama Linus Torvalds. Dulunya Linux merupakan proyek hobi yang diinspirasikan dari minix, yaitu sistem UNIX kecil yang dikembangkan oleh Andrew Tanen-baum. Linux versi 0.01 dikerjakan sekitar bulan Agustus 1991. Kemudian pada tanggal 5 Oktober 1991, Linus mengumumkan versi resmi Linux, yaitu versi 0.02 yang hanya dapat menjalankan shell bash (GNU Bourne Again Shell) dan gcc (GNU C Compiler). Saat ini Linux adalah sistem UNIX yang sangat lengkap, bisa digunakan untuk jaringan, pengembangan soft-ware dan bahkan untuk pekerjaan sehari-hari. Linux sekarang merupakan alternatif sistem operasi yang jauh lebih murah jika dibandingkan dengan sistem operasi komersial (misalnya windows 9.x/NT/2000/ME).
Linux adalah sebuah program open source yang gratis di bawah lisensi GNU, sistem operasi 32-64 bit, yang merupakan turunan dari Unix dan dapat dijalankan pada berbagai macam platform perangkat keras mulai dari Intel (x86), hingga prosesor RISC. Linux sebagai program open source yang gratis Salah satu yang membuat Linux terkenal adalah karena gratis. Dengan lisensi GNU (Gnu Not Unix) Anda dapat memperoleh program, lengkap dengan kode sumbernya (source code). Tidak hanya itu, Anda diberikan hak untuk mengkopi sebanyak Anda mau, atau bahkan mengubah kode sumbernya.Dan itu semua legal dibawah lisensi. Meskipun gratis, lisensi GNU memperbolehkan pihak yang ingin menarik biaya untuk penggandaan maupun pengiriman program.
Tag :// linux





